Mayat di Bundaran Waru, Ternyata Benar Warga Trenggalek

1610mayat-bundaran-waru3
Surabaya- (jpi) Mayat yang beridentitas Trenggalek ditemukan tergeletak di Bundaran Waru yang sekujur tubuhnya gosong ternyata memang benar warga kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Kamis (17/10/2013) hari ini, mayat tersebut dibawa pulang ke Trenggalek oleh keluarganya.
“Ternyata memang benar bahwa mayat itu sesuai dengan identitas di KTP yang ada di saku bajunya. Keluarganya sudah datang ke Surabaya dan hari ini dibawa pulang ke Trenggalek,” kata Kanit Reskrim Polsek Gayungan AKP Sukoco Kamis (17/10/2013).
Seperti di beritakan sebelumnya, mayat beridentitas Trenggalek ditemukan tergeletak di Bundaran Waru, Rabu (9/10/2013) pagi.
Sekujur tubuhnya dalam kondisi gosong. Di saku bajunya ditemukan KTP yang tertulis namanya Nartono beralamat Dusun Turi, Desa Krembangan, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Tertulis dalam KTP, Nartono lahir di Nganjuk pada 21 April 1967.
Diceritakan Sukoco, pihak keluarga juga mengakui bahwa korban adalah Nartono.
Selama ini, Nartono adalah pengangguran yang biasa lontang-lantung di daerah Trenggalek.
“Menurut keluarganya, korban terakhir menginap di rumah salah satu keluarganya di Trenggalek pada tanggal 3 Oktober lalu. Sejak saat itu, dia tidak pernah muncul lagi. Dan tiba-tiba ada kabar bahwa dia tewas tergeletak di Bundaran Waru,” ujar Sukoco.
Lebih lanjut Sukoco mengatakan, Nartono sudah beberapa tahun terakhir pisah ranjang dengan istrinya.
Dan sejak tujuh bulan lalu, dia resmi bercerai dengan sang istri.
“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, dia punya satu anak. Dan saat anaknya dikhitan beberapa waktu lalu, dia ini juga tidak hadir,” jelas Sukoco.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman mengatakan, mayat tersebut bukan dibakar.
“Bukan dibakar, tapi sekujur tubuhnya diolesi oli,” kata Farman, Kamis (17/10/2013).
Menurut Farman, oli bekas itu digunakan agar mayat tidak terlalu bau.
Karena jika dibakar, tidak mungkin kondisi pakaian mayat dalam kondisi utuh, namun juga ikut terbakar.
Namun Farman belum bisa memastikan, apakah mayat yang telah membusuk itu merupakan korban pembunuhan atau tidak. Ini dikarenakan tidak ada bekas kekerasan di tubuh korban.
Melihat kondisi mayat yang sudah membusuk dan sudah ada belatungnya, diduga mayat itu telah enam hari meninggal.
Di sisi lain, diduga mayat ini dibunuh di lokasi lain kemudian dibuang di Bundaran Waru.
Sumber: tribunnews.com

Pos ini dipublikasikan di KABAR TRENGGALEK, NASIONAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s