Mendikbud Minta Jika Ada Pungutan Terkait PSB, SMS ke 177

mendikbud-m-nuh-415x300

JAKARTA — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan larangan pungutan apa pun terkait Penerimaan Siswa Baru (PSB) di seluruh Indonesia. Pihak kemendikbud juga meminta semua Dinas Pendidikan di daerah untuk mengawasi sekiranya ada pihak sekolah yang melakukan pungutan.
“Kami meminta semua Dinas Pendidikan di daerah untuk mengawasi dan menindak sekolah negeri yang melakukan pungutan menjelang memasuki tahun ajaran 2013-2014,” tegas Staf Khusus Mendikbud bidang Komunikasi dan Media, Sukemi, kepada Harian Terbit, Jumat (5/6).
Ia menuturkan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2011 Tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Perta, semua sekolah milik pemerintah maupun pemerintah daerah sebagai pelaksana program wajib belajar dilarang memungut biaya investasi dan biaya operasional dari peserta didik, orangtua atau walinya.
Sukemi menjelaskan, dalam pendidikan ada tiga jenis biaya yaitu biaya operasional yang sudah ditutupi Biaya Operasional Sekolah (BOS), biaya personal yang merupakan tanggungjawab siswa dan orang tua, serta biaya investasi.
“Biaya investasi sendiri menjadi tanggung jawab pemerintah, misalnya biaya untuk pembangunan perpustakaan, rehab gedung sekolah dan lain sebagainya. Itu sebabnya semua sekolah negeri dilarang melakukan pungutan,” kata Sukemi.
Ia mengatakan, terkait otonomi daerah, pengawasan dan sanksi sekolah yang melakukan pungutan liar dilakukan pemilik sekolah atau instansi yang terkait di kabupaten/kota. “Kami tidak bisa menjatuhkan sanksi kepada sekolah yang melanggar peraturan ini,” ujarnya.
Kemendikbud hanya berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait memperketat pengawasan dan mempersiapkan sanksi administrasi yang menimbulkan efek jera kepada sekolah negeri yang melakukan pungutan terkait PSB dan saat siswa mulai mnjalani masa pendidikan.
Dia juga mengatakan sekolah yang didirikan masyarakat atau swasta juga tidak boleh melakukan pungutan yang dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik, penilaian hasil belajar, kelulusan dan juga untuk kesejahteraan anggota komite atau lembaga representasi pemangku kepentingan pendidikan.
“Kami tegaskan sekolah swasta dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik, orangtua atau walinya yang tidak mampu secara ekonomis karena akan memberatkan ekonomi mereka dalam meningkatkan pendidikan anak yang berekonomi lemah,” katanya.
LAPORKAN
Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menegaskan, SD, SMP, SMA ataupun sekolah kejuruan negeri tak boleh ada pungutan menjelang ajaran baru. Jika ada masyarakat yang tahu atau menjadi korban pungli, ia meminta segera melapor ke kepala dinas setempat dengan membawa bukti-buktinya.
Menurut dia, saat ini dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah mencakupi pembiayaan berbagai kebutuhan sekolah. Misalnya, untuk perbaikan, membayar gaji guru honorer serta melengkapi fasilitas yang lain. Tapi bukan berarti masyarakat tidak bisa menpartisipasi. “Toh nanti partisipasi mereka yang rasakan juga anak-anak mereka,” ujar M Nuh.
Menurutnya, sekolah-sekolah negeri tak diperbolehkan untuk melakukan pungutan biaya saat masuk ajaran baru. Dikarenakan sekolah-sekolah tersebut adalah pendidikan wajib. Nuh juga menyarankan jika ada peraktek-prakter semacam itu untuk segera dilaporkan.
“Kalau ada, nanti saya dengan senang hati, misalkan di SD mana gitu ya, tolong dilaporkan, kami juga sudah membentuk posko aduan masyarakat, kalau ada, di mana saja, sekolah negeri kalau dia pungut, laporkan, tentu kami akan berikan tindakan tegas,” ujarnya.
Nuh menambahkan jika ingin melapor bisa dengan cara SMS ke nomor 177, atau email ke; http://www.kemendiknas.go.id.
Editor : Hardi Rangga, SH

Pos ini dipublikasikan di NASIONAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s