PERS DARI ZAMAN PERJUANGAN SAMPAI SEKARANG

IMG_0020
OLEH : HARDI RANGGA, SH

Pers Alat Perjuangan

Pada zaman orde lama pers adalah alat perjuangan yang jauh lebih dasyat dari ujung lancip peluruh yang ditembakkan. Pers sengaja dibangun, dijadikan sebagai mediun merancang dan mendisain konstruksi teoritis untuk menentukan kerangka konseptual yang memadai atas realitas ke-Indonesia-an, yakni Indonesia yang dikonsepsikan sebagai sebuah ruang imajiner bagi proses produksi dan reproduksi konsep identitas kebangsaan.

Tapi peran pers seperti itu, tidak bisa lagi kita temukan jejaknya di dalam realitas media di era Orde Baru. Para profesional media, lahir di era ketika identitas politik bernama negara-bangsa sudah utuh, bahkan sangat kuat. Mereka tidak perlu lagi memikirkan soal identitas kebangsaan, apalagi memeras otak merumuskan kerangka konseptual untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat penuh.

Mereka tinggal mentransformasikan konsep negara-bangsa ke dalam pola laku keseharian, ke dalam sebentuk kerja profesional di bidang media, sehingga hasil kerjanya mampu menghapus “sentimen-sentimen primordial” dan “revolusi integratif” agar tidak memberi warna baru bagi identitas negara-bangsa.

Sayangnya, para profesional media tidak bisa terlalu bebas bicara di hadapan hagemoni negara. Mereka mesti hati-hati, acap klandestin. Tapi, setelah rezim yang otiter itu runtuh, mereka cenderung mengaku-aku sebagai orang yang paling berperan meruntuhkan rezim yang kaku itu.

Dan sekarang, di era reformasi, sebuah era ketika informasi mengambil alih segala hal. Mereka yang menguasai informasi adalah mereka yang akan sangat mudah untuk berkuasa.

Tak heran jika kemudian media bukan saja kehilangan fungsi perjuangannya, tapi juga mengabaikan kepentingan publiknya. Media di era ini tidak lebih daripada alat politik, institusi yang tak bisa diharapkan akan membeberkan fakta apa adanya. Media adalah institusi yang produksi informasi setelah mendistorsinya menjadi sebuah propaganda politik.

Pers Bermutu, Bangsa Maju

HPN 2013 harus mengembalikan pers sebagai pilar demokrasi yang mampu menjaga relasi antara masyarakat dengan negara. Pers harus mampu menjadi jembatan, penengah, dan “jalan tengah” yang terus menjaga keseimbangan sebagai kontrol sosial, pendidikan, hiburan dan penyebar informasi yang jujur dan bermutu kepada publik. Pers harus selalu menjaga demokrasi dan turut memajukan republik tercinta ini, sesuai dengan semangat dan tema HPN 2013 ini yakni Pers Bermutu, Bangsa Maju.
Pers bisa mengambil bagian dalam meningkatkan imunitas bangsa ini agar kembali “bugar” secara moral, ekonomi, hukum, politik dan lainnya dengan mendorong munculnya “jurnalisme berpengharapan”. Maksudnya adalah produk jurnalistik yang memberikan kabar baik bagi pembaca bahwa meskipun sudah sangat parah negeri ini, masih ada harapan bisa diperbaiki.

Caranya? Yaitu dengan mengabarkan adanya orang-orang atau lembaga yang masih memegang teguh “nasionalisme sejati”, baik di tingkatan paling kecil atau lokal maupun yang sudah memiliki dampak meluas. Para wartawan perlu didorong untuk menghasilkan tulisan-tulisan di ranah-ranah yang kini sudah dicitrakan sangat rusak, seperti politik, hukum, pemerintahan dan lainnya yang masih mengabarkan kebaikan.

Dengan demikian, maka Indonesia masih punya harapan adanya politisi yang bersih, penegak hukum yang berhati putih, pejabat yang masih rela hidup sesuai dengan penghasilannya. Atau polisi yang masih setia dengan jiwa bhayangkarinya.

Lewat cara ini, pers bisa memperbesar fungsi edukasinya dengan mengobarkan sikap optimistis kepada masyarakat. Dengan menyajikan berita-berita yang inspiratif, pers bisa meresonansikan nilai-nilai bahwa tanpa korupsi, tanpa mempermainkan hukum dan lainnya, hidup bisa lebih nyaman.

Pos ini dipublikasikan di ARTIKEL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s