KIM Tutup Penggunaan Air Bawah Tanah pada 2013

KAWASAN INDUSTRI MEDAN

KIM akan tutup penggunaan air bawah tanahJAKARTA: Berkaitan dengan Peraturan Pemerintah No.29 tahun 2004 tentang Larangan Penggunaan Air Bawah Tanah, PT Kawasan Industri Medan (Persero) akan menghentikan pasokannya ke seluruh industri dan perusahaan yang bernaung di kawasan industri paling utara Kota Medan tersebut pada 2013 mendatang. Sebagai langkah dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang lebih dari 250.000 m3, ke depannya PT KIM siap menggandeng investor dari Jakarta sebagai pemasok. Demikian dikatakan Dirut PT KIM Gandhi M Tambunan dalam acara sosialisasi Peraturan Kawasan Industri dan Pemerintah di Convention Hall Hotel Danau Toba Medan, Selasa (13/3), seperti dikutip harian Analisa di situs perusahaan. Menurutnya hingga saat ini PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut, maka sesuai tender PT KIM akan bermitra dengan PT Dain Celicani Cemerlang dari kawasan berikat Jakarta Utara yang telah berpengalaman penyediaannya.

Sehingga dengan demikian, PT KIM dapat menerapkan pembangunan kawasan industri yang ramah lingkungan. Mengingat selama ini dengan penggunaan air bawah tanah berdampak penurunan permukaan tanah yang dapat merusak kandungan bumi dan infrastruktur. Diharapkan Januari mendatang sudah bisa berjalan. Dimana PT Dain akan menggunakan air Sungai Deli melalui pipa dan diolah sesuai kualitas air bersih yang ditetapkan Menteri Kesehatan. Sebab selama ini, penggunaan air bawah tanah yang dilaksanakan KIM sementara ini secara langsung belum begitu terjamin kebersihannya.

Untuk mekanisme pembangunan fasilitas air bersih yang diperkirakan dengan investasi awal sebesar Rp35 miliar tersebut, sepenuhnya akan dibiayai dan dilaksanakan oleh perusahaan investor tersebut. “Sedangkan KIM hanya membayar pasokan air bersih tersebut dari PT Dain,”kata Ghandi.

Tentunya harga air bersih tersebut, diharapkannya bisa lebih murah dari harga air PDAM. Pada kesempatan itu President Director PT Dain, David Suryabara menyatakan pihaknya siap melayani kebutuhan seluruh perusahaan di KIM yang ditaksir mencapai 400.000 m3. Sesuai persetujuan PU Divisi Sungai, pihaknya mampu menyediakan air bersih 1000 liter/detik.

“Artinya dirata-ratakan jumlahnya sama dengan 2.200 juta m3 air bersih per bulannya,”ungkap David. Disebutkannya hingga kini dalam melayani pasokan air bersih di kawasan industri berikat di Jakarta, pihaknya telah mampu menyiapkan kapasitas air bersih sebanyak 60 ribu liter yang setara dengan 110 juta perbulan. Nantinya perusahaan mereka akan beroperasi di dua titik di Kelurahan Titipapan dan kawasan KIM tahap III dengan sistem Bill Operation Transfer (BOT).

Pos ini dipublikasikan di NASIONAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s