BATU FOSIL JATI ASLI TRENGGALEK

Photo0402

BATU FOSIL JATI ASLI TRENGGALEK

Iklan
Dipublikasi di BATU MULIA TRENGGALEK | Meninggalkan komentar

CONTOH SURAT GUGATAN WANPRESTASI

DSC00996
(Kota), (Tanggal)

Kepada :
Yang terhormat Ketua
Pengadilan Negeri (Lokasi Pengajuan Gugatan)
(Alamat Pengadilan Negeri)

Hal: Gugatan Wanprestasi

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini :

(Nama-Nama Kuasa Hukum, Sesuai yang ada di Surat Kuasa Khusus)

Advokat dan Penasihat Hukum dari kantor hukum :

(Nama Kantor Hukum)
(alamat Kantor Hukum)

Berdasarkan Surat Kuasa Khusus No XXX tertanggal XXXXXXXXXXXXXX bertindak baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri atas nama :

(nama klien), beralamat di (alamat klien), RT/RW: xx/xx, Kelurahan xxxxx, Kecamatan xxxxxx, (kota), Dengan nomor KTP xxxxxxxxxxxxxxxx
Selanjutnya disebut sebagai…………………………………………..PENGGUGAT.
Dengan ini PENGGUGAT hendak mengajukan gugatan terhadap:

(Nama Tergugat) beralamat di (alamat tergugat)
Selanjutnya akan disebut………………………………………………TERGUGAT

Dengan ini PENGGUGAT akan mengajukan gugatan wanprestasi terhadap TERGUGAT yang selengkapnya diuraikan sebagai berikut :
1. (Uraian mengenai fakta hukum yang terjadi).
2. Bahwa PENGGUGAT telah melaksanakan kewajibannya secara penuh dengan cara (tindakan hukum dari PENGGUGAT yang menunjukkan bahwa dia telah melaksanakan kewajibannya dengan sempurna)
3. Bahwa TERGUGAT berjanji akan (uraian mengenai janji oleh TERGUGAT),
4. Bahwa hingga kini TERGUGAT belum(Uraian mengenai tindakan tergugat yang tidak menepati janji).
5. (isi dari perjanjian antara Penggugat dan Tergugat, yang berkaitan dengan pokok perkara):
“WANPRESTASI
a. Wanprestasi
i. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
ii. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
iii. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx,”

kemudian menurut Pasal 1338 KUHPerdata berbunyi:
“Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang. Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.”

maka telah nyatalah TERGUGAT telah melakukan tindakan WANPRESTASI

Wanprestasi berasal dari bahasa Belanda yang berarti prestasi buruk yang timbul dari adanya perjanjian yang dibuat oleh satu orang atau lebih dengan satu orang atau lebih lainnya (obligatoire overeenkomst) (lihat Pasal 1313 KUHPerdata). Wanprestasi dikategorikan ke dalam perbuatan-perbuatan sebagai berikut (Subekti, “Hukum Perjanjian”;):
a. Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya;
b. Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana dijanjikan;
c. Melakukan apa yang dijanjikannya tetapi terlambat;
d. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya.
Prestasi adalah sesuatu yang dapat dituntut. Jadi dalam suatu perjanjian suatu pihak (biasanya kreditur/ berpiutang) menuntut prestasi pada pihak lainnya (biasanya debitur/ berutang). Menurut ps. 1234 KUHPer prestasi terbagi dalam 3 macam:
1. Prestasi untuk menyerahkan sesuatu (prestasi ini terdapat dalam ps. 1237 KUHPer);
2. Prestasi untuk melakukan sesuatu atau berbuat sesuatu (prestasi jenis ini terdapat dalam ps. 1239 KUHPer); dan
3. Prestasi untuk tidak melakukan atau tidak berbuat seuatu (prestasi jenis ini terdapat dalam ps. 1239 KUHPer).
PENGGUGAT dalam hal ini telah melaksanakan kewajibannya untuk melakukan prestasi yaitu (uraian mengenai kewajiban yang telah dilakukan oleh PENGGUGAT) kepada Para TERGUGAT, akan tetapi para TERGUGAT:
a. Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya;
b. (uraian mengenai tindakan Tergugat yang melakukan wanprestasi);

Apabila seseorang telah ditetapkan prestasi sesuai dengan perjanjian itu, maka kewajiban pihak tersebut untuk melaksanakan atau mentaatinya.
Apabila seseorang yang telah ditetapkan prestasi sesuai dengan perjanjian tersebut tidak melaksanakan atau tidak memenuhi prestasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka disbut orang tersebut melakukan wanprestasi.
PENGGUGAT telah dengan beritikad baik, melakukan sesuai isi perjanjian tersebut kepada para TERGUGAT. akan tetapi tidak ada itikad baik dari para TERGUGAT untuk membayar utang tersebut.

6. Bahwa akibat tindakan dari para TERGUGAT, PENGGUGAT telah mengalami kerugian yang amat besar yang terdiri dari:

Kerugian materiil:
Utang pokok sebesar Rp.xxxxxxxxxx(xxxxxxxxxxxx rupiah)
Bunga atas utang pokok sebesar xxxx%(xxxxxx Persen) per tahun sehingga bunga atas utang pokok sampai dengan diajukan gugatan ini adalah sebesar Rp.xxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxxx Rupiah) dengan perincian sebagai berikut x tahun tunggakan utang tersebut dikalikan dengan (xxxx% bunga atas utang tersebut dikalikan Rp.xxxxxxxxxxxxx,-)
Sehingga total kerugian materiil dari PENGGUGAT adalah sebesar Rpxxxxxxxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Rupiah) (atau bisa pula disebutkan kerugian imateriil lainnya)

Kerugian Imateriil:
Bahwa apabila uang sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxx Rupiah) dibayarkan tepat waktu oleh para TERGUGAT dan kemudian uang tersebut setidak-tidaknya dimasukkan sebagai deposito di bank dimana bunga deposito bank rata-rata per tahun adalah 7%(Tujuh Persen) maka PENGGUGAT akan mendapatkan Bunga Deposito sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (xxxxxxxxxxxxxxxxx Rupiah), dengan perincian sebagai berikut x tahun tunggakan utang tersebut dikalikan dengan (7% bunga deposito dikalikan Rp.xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx,-) (atau bisa pula disebutkan kerugian imateriil lainnya)

Bahwa pasal 1246 KUHPerdata menyatakan,

“biaya, ganti rugi dan bunga, yang boleh dituntut kreditur, terdiri atas kerugian yang telah dideritanya dan keuntungan yang sedianya dapat diperolehnya”.

Maka sudah tepatnya tindakan PENGGUGAT untuk mengajukan ganti rugi atas tindakan para TERGUGAT yang telah sengaja melakukan tindakan WANPRESTASI
Prof. R. Subekti, S.H., dalam bukunya ”Pokok-Pokok Hukum Perdata” menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ganti rugi adalah terdiri dari tiga unsur, yaitu biaya, rugi, dan bunga. Biaya adalah segala pengeluaran yang nyata-nyata sudah dikeluarkan oleh satu pihak. Rugi adalah kerugian karena kerusakan barang-barang milik kreditur yang diakibatkan oleh kelalaian debitur. Bunga adalah kerugian yang berupa kehilangan keuntungan yang sudah dibayangkan atau dihitung oleh kreditur. Jadi, dalam gugatan wanprestasi, anda dimungkinkan untuk menuntut ganti rugi atas kelalaian debitur memenuhi kewajibannya, selain menuntut pemenuhan kewajiban tersebut.

7. Bahwa, terhadap wanprestasi yang telah dilakukan oleh TERGUGAT tersebut, dan untuk menjaga kepentingan hukum PENGGUGAT, maka dengan ini PENGGUGAT memohon agar Ketua Pengadilan Negeri Tangerang menyatakan bahwa TERGUGAT telah melakukan wanprestasi;

8. Bahwa, agar gugatan ini tidak illusoir, kabur dan tidak bernilai, dan demi menghindari usaha TERGUGAT untuk mengalihkan harta kekayaannya kepada pihak lain, maka PENGGUGAT mohon agar dapat diletakan sita jaminan (Conservatoir Beslag) terhadap:

a. XXXXXXXXXXXXXXXXXX (benda benda kepunyaan tergugat baik bergerak maupun tidak bergerak) milik TERGUGAT;

9. Bahwa PENGGUGAT juga mohon agar putusan perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu (iut voerbaar bij voorraad) meskipun ada upaya banding, kasasi maupun verzet;

10. Bahwa untuk menjamin pelaksanaan putusan, maka wajar jika PENGGUGAT mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Tangerang untuk menetapkan uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) perhari yang harus dibayar para TERGUGAT bila lalai dalam melaksanakan putusan ini yang telah berkekuatan hukum tetap;

11. Bahwa oleh karena TERGUGAT merupakan pihak yang bersalah dalam perkara ini, wajar apabila kepadanya dibebani untuk menanggung seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini.

Menurut pasal 1267 KUHPerdata, kreditur dapat memilih beberapa kemungkinan tuntutan/gugatan di depan hakim sebagai berikut:
1) Pemenuhan perikatan.
2) Pemenuhan perikatan dengan ganti kerugian.
3) Ganti kerugian
4) Pembatalan perjanjian timbal balik.
5) Pembatalan dengan ganti kerugian.

Maka berdasarkan segala apa yang terurai di atas, PENGGUGAT mohon dengan hormat sudilah kiranya Pengadilan Negeri Tangerang berkenan memutuskan:

PRIMAIR:

1. Menerima gugatan PENGGUGAT
2. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk keseluruhan
3. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan tersebut diatas sesuai pasal 227 HIR.
4. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti kerugian secara tunai dan dan seketika kepada Penggugat sesuai pasal 1243 BW.
“Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan lalai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui tenggang waktu yang telah ditentukan.”

Yang terdiri dari:
a. Utang pokok sebesar Rp.xxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxx Rupiah)
b. Bunga atas utang pokok sebesar xxxxx%(xxxxxxxxxxxxxxx) per tahun sehingga bunga atas utang pokok sampai dengan diajukan gugatan ini adalah sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Rupiah) dengan perincian sebagai berikut x tahun tunggakan utang tersebut dikalikan dengan (xxxxx% bunga atas utang tersebut dikalikan utang pokok sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxxxxx,-)

Sehingga total utang dari TERGUGAT adalah sebesar Rpxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxxxx Rupiah).

5. Menghukum Tergugat untuk menganti Kerugian imateriil yang diderita PENGGUGAT yang sesuai uraian berikut ini:
Bahwa apabila uang sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxxxxx,- (xxxxxxxxxxxxxx Rupiah) dibayarkan tepat waktu oleh para TERGUGAT dan kemudian uang tersebut setidak-tidaknya dimasukkan sebagai deposito di bank dimana bunga deposito bank rata-rata per tahun adalah 7%(Tujuh Persen) maka PENGGUGAT akan mendapatkan Bunga Deposito sebesar Rp.xxxxxxxxxxxxx (xxxxxxxxxxxxx Rupiah), dengan perincian sebagai berikut x tahun tunggakan utang tersebut dikalikan dengan (7% bunga deposito dikalikan Rp.xxxxxxxxxxxxxx,-)
6. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara ini

7. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu (uitVoerbaar bij voerraad) meskipun ada upaya hukum verzet atau banding.

8. Menghukum para TERGUGAT menurut hukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) perhari yang harus dibayar para TERGUGAT bila lalai dalam melaksanakan putusan ini yang telah berkekuatan hukum tetap;

ATAU,
Apabila yang terhormat Majelis Hakim yang mengadili perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya menurut hukum yang baik dan benar ( ex aequo et bono );

Demikian gugatan dari PENGGUGAT dan atas berkenannya Ketua / Anggota Majelis Hakim Pengadilan xxxxxx yang mengadilinya, diucapkan terimakasih;

Hormat kami
Kuasa Hukum PENGGUGAT

Xxxxxxxxxxxxxxx, S.H

Dipublikasi di HUKUM | Meninggalkan komentar

Limbah Penyulingan Dilem Resahkan Warga

DSC01033
Trenggalek – ( JPI ) Bahan pencemar yang terdapat dalam limbah industri ternyata telah memberikan dampak serius mengancam satu atau lebih unsur lingkungan: Jangkauan pencemar dalam jangka pendek maupun panjang tergantung pada sifat limbah,jenis, volume limbah, frekuensinya dan lamanya limbah berperan.
Limbah penyulingan minyak dilem (atsiri) didesa Masaran kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek 23/10/2013 sebabkan sungai dan muara tercemari karena pembuangan langsung kesungai.
Warga desa masaran yang tidak mau disebutkan namanya saat dikonfirmasi mengatakan” penyulingan minyak dilem di desa masaran ini sudah berjalan kurang lebih 5thn, kira-kira juga gak ada ijinnya dan sangat meresahkan warga dikarenakan sungai jadi hitam airnya akibat limbah yang dibuang kesungai, warga hanya melihat karena mau protes tidak berani “ ucapnya
Dampak pencemaran semula tidak begitu kelihatan. Namun setelah menjalani waktu yang relatif panjang dampak pencemaran kelihatan nyata dengan berbagai akibat yang ditimbulkan. Unsur-unsur lingkungan,mengalami perubahan kehidupan habitat. Tanaman yang semula hidup cukup subur menjadi gersang dan digantikan dengan tanaman lain. Jenis binatang tertentu yang semula berkembang secara wajar beberapa tahun kemudian menjadi langka, karena mati atau mencari tempat lain.
Nelayan di muara pantai Sumbreng desa Masaran saat dikonfirmasi , sangat menyesalkan adanya penyulingan dilem yang limbahnya dibuang ke sungai menuju muara hingga menyebabkan ikan di muara jadi berkurang.
Dampak limbah penyulingan minyak dilem di desa Masaran kecamatan Munjungan sebabkan kondisi air, mikroorganisme, unsur hara dan nilai estetika mengalami perubahan yang cukup menyedihkan.
Pencemaran lingkungan berakibat terhadap kesehatan manusia,tata kehidupan, pertumbuhan flora dan fauna yang berada dalam jangkauan pencemaran. Gejala pencemaran dapat terlihat pada jangka waktu singkat maupun panjang, yaitu pada tingkah laku dan pertumbuhan. Pencemaran dalam waktu relatif singkat, terjadi seminggu sampai dengan setahun sedangkan pencemaran dalam jangka panjang terjadi setelah masa 20 tahun atau lebih (har../01/red)

Dipublikasi di KABAR TRENGGALEK | Meninggalkan komentar

Proyek Peningkatan Jembatan Kucur marak pungli

DSC01045

Trenggalek (jpi) – Masyarakat pengguna jalan mengeluhkan maraknya pungutan liar (pungli) di proyek peningkatan jembatan kucur, pemenang proyek tutup mata, Dinas PU Binamarga Pengairan kabupaten Trenggalek tidak mengetahui ada pungli di lokasi proyek.

LOKASI PUNGLI

“Di proyek Peningkatan Jembatan Kucur banyak pungli ke pengguna jalan, tanpa ada yang menghentikan aksinya, karena setiap pengguna jalan lewat berapa kalipun harus tetap membayar 1000 rupiah satu kali lintasan, hari senin 21/10/2013 dan selasa 22/10/2013 saya lewat satu hari 10 kali ya bayarnya juga 10 kali ,” kata seorang warga kelurahan sumbergedong Trenggalek yang berinisial en..

Budiono Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek peningkatan jembatan kucur dari Dinas PU Binamarga Pengairan Kabupaten Trenggalek Jatim saat dikonfirmasi lewat telefon 25/10/2013 mengatakan,” saya tidak tahu kalau dilokasi proyek ada pungli ke pengguna jalan, yang jelas dari Dinas PU BMP tidak menganjurkan pungli ke pengguna jalan, saya berjanji segera menindak lanjuti kelokasi dan mengkonfirmasi kepemenang proyek,”

Warga pengguna jalan sangat berharap pekerjaan peningkatan jembatan kucur segera diselesaikan, karena mengakibatkan keresahan pengguna jalan akibat pungli, sementara kalau lewat jalan kampung juga macet dan berdebu,” ucap En.. warga sumbergedong .

Pekerjaan peningkatan jembatan kucur memang lambat karena sulitnya koordinasi dengan antara PPK, PPTK dengan pemenang tender, tapi kalau beton U sudah dipasang ya jadi tidak terlambat mas,” ucap Budiono PPK sambil tertawa saat dikonfirmasi. ( har../01/red )

Dipublikasi di KABAR TRENGGALEK | Meninggalkan komentar

Mayat di Bundaran Waru, Ternyata Benar Warga Trenggalek

1610mayat-bundaran-waru3
Surabaya- (jpi) Mayat yang beridentitas Trenggalek ditemukan tergeletak di Bundaran Waru yang sekujur tubuhnya gosong ternyata memang benar warga kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Kamis (17/10/2013) hari ini, mayat tersebut dibawa pulang ke Trenggalek oleh keluarganya.
“Ternyata memang benar bahwa mayat itu sesuai dengan identitas di KTP yang ada di saku bajunya. Keluarganya sudah datang ke Surabaya dan hari ini dibawa pulang ke Trenggalek,” kata Kanit Reskrim Polsek Gayungan AKP Sukoco Kamis (17/10/2013).
Seperti di beritakan sebelumnya, mayat beridentitas Trenggalek ditemukan tergeletak di Bundaran Waru, Rabu (9/10/2013) pagi.
Sekujur tubuhnya dalam kondisi gosong. Di saku bajunya ditemukan KTP yang tertulis namanya Nartono beralamat Dusun Turi, Desa Krembangan, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Tertulis dalam KTP, Nartono lahir di Nganjuk pada 21 April 1967.
Diceritakan Sukoco, pihak keluarga juga mengakui bahwa korban adalah Nartono.
Selama ini, Nartono adalah pengangguran yang biasa lontang-lantung di daerah Trenggalek.
“Menurut keluarganya, korban terakhir menginap di rumah salah satu keluarganya di Trenggalek pada tanggal 3 Oktober lalu. Sejak saat itu, dia tidak pernah muncul lagi. Dan tiba-tiba ada kabar bahwa dia tewas tergeletak di Bundaran Waru,” ujar Sukoco.
Lebih lanjut Sukoco mengatakan, Nartono sudah beberapa tahun terakhir pisah ranjang dengan istrinya.
Dan sejak tujuh bulan lalu, dia resmi bercerai dengan sang istri.
“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, dia punya satu anak. Dan saat anaknya dikhitan beberapa waktu lalu, dia ini juga tidak hadir,” jelas Sukoco.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman mengatakan, mayat tersebut bukan dibakar.
“Bukan dibakar, tapi sekujur tubuhnya diolesi oli,” kata Farman, Kamis (17/10/2013).
Menurut Farman, oli bekas itu digunakan agar mayat tidak terlalu bau.
Karena jika dibakar, tidak mungkin kondisi pakaian mayat dalam kondisi utuh, namun juga ikut terbakar.
Namun Farman belum bisa memastikan, apakah mayat yang telah membusuk itu merupakan korban pembunuhan atau tidak. Ini dikarenakan tidak ada bekas kekerasan di tubuh korban.
Melihat kondisi mayat yang sudah membusuk dan sudah ada belatungnya, diduga mayat itu telah enam hari meninggal.
Di sisi lain, diduga mayat ini dibunuh di lokasi lain kemudian dibuang di Bundaran Waru.
Sumber: tribunnews.com

Dipublikasi di KABAR TRENGGALEK, NASIONAL | Meninggalkan komentar

Mesum Dirumah Sendiri, Siswi SMA di Tulungagung Digerebek

ILUSTRASI

ILUSTRASI

Tulungagung – (JPI) Warga Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, mengerebek sepasang kekasih yang diduga mesum, Mereka adalah Melati (nama samaran), siswi sekolah menengah atas (SMA) asal desa setempat, dan Bobi Darwanto (24) warga Kabupaten Nganjuk.
Perkenalan Melati dan Bobi Darwanto bermula dari jejaring sosial facebook dan berlanjut di “darat”, Singkat cerita, keduanya saling jatuh hati, dan melakukan hubungan badan dirumah Melati dan warga setempat mengerebeknya.
Bobi tidak sadar jika warga di sekitar tempat tinggal kekasihnya telah memperhatikan gerak geriknya.
Karenanya, begitu masuk dan menutup pintu rumah, warga yang sudah mengintai, langsung melancarkan penggerebekan.
Tidak terima karena anaknya ditiduri oleh Bobi Darwanto, Orang tua gadis 15 tahun itu melaporkan kejadian ini ke mapolres Tulungagung.
Karyawan salah satu toko elektronik di Kota Tulungagung itu dituduh mencabuli anak di bawah umur itupun langsung dibui.
“Penggerebekan dilakukan di rumah pelapor,” ujar Kasubag Humas Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Dwi Hartaya kepada wartawan, Selasa (15/10/2013).
Dalam keteranganya, Bobi mengakui sudah terlalu jauh menjalani hubungan dengan Melati. Ia mengatakan sudah melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri.
Ia juga menambahkan, kondisi kejiwaan Melati yang hidup dalam kekangan orang tua yang membuat yang bersangkutan merasa merdeka begitu dekat dengannya.
“Perbuatan itu sebelumnya juga pernah Boby lakukan dirumah yang sama, disaat kondisi rumah sepi,” terang Hartaya.
“Dalam kasus ini yang bersangkutan dijerat pasal 81 ayat 2 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Hartaya.
Sumber: sindonews.com

Dipublikasi di HUKUM - KRIMINAL | Meninggalkan komentar

Idhul Adha 1434 H Bupati Serahkan 60 Kambing Dan 1 Sapi

Trenggalek- (jpi) Momen Idhul AdhaSeluruh Umat islam di seluruh penjuru Dunia Selasa 15 Oktober 2013 merayakan hari raya Idul Adha. Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Di Kabupaten Trenggalek dari pukul 05.30 WIB warga sudah mulai memadati masjid Agung Baiturrahman untuk menunaikan shalat Idul Adha . Bupati Trenggalek beserta istri, Wakil Bupati Trenggalek, bersama anggota Forkopimda nampak hadir untuk mengikuti sholat id .
Hari Raya Idhul adha merupakan Peristiwa berkesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim As yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Alloh untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Alloh atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintah Nya. Sebuah pilihan yang cukup berat. Namun karena didasari ketaqwaan yang kuat, perintah itu juga tetap dilaksanakan.
Dalam kesempatan itu Bupati Trenggalek juga menyampaikan makna Idul Adha, penyembelihan hewan qurban dapat meningkatkan kesadaran untuk meminimalisir sifat kurang terpuji yang menempel pada diri manusia khususnya sifat hewaniyah. Bupati juga mengingatkan kepada jamaah yag hadir di hari yang spesial ini 300 jamaah haji dari Trenggalek sedang berkumpul di tanah mina untuk menyempurnakan ibadah hajinya dalam upaya mendekatkan diri kepada Alloh dengan menyembelih hewan qurban.”Tidak lupa permintaan doa diminta agar para jamaah haji dapat melaksanakan serangkaian ibadahnya dengan baik dan benar sehingga pulang bisa mendapat predikat haji yang mabrur”,ungkap Bupati.
Dalam momen Idul Adha 1434 H ini Bupati Trenggalek menyerahkan 60 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Usai shalat id bupati menyerahkan secara simbolis 1 ekor sapi kepada pengurus masjid agung dan selanjutnya 60 ekor kambing diserahkan kepada lembaga dan kelompok-kelompok yang sudah terdaftar. Bupati juga berharap daging hewan qurban ini nanti bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar kurang mampu dan membutuhkan.Seusai penyerahan kambing dan sapi Bupati menghadiri Sunatan massal di masjid taqwa sumbergedong.

Dipublikasi di KABAR TRENGGALEK | Meninggalkan komentar